Khasanah

Menelusuri Asal-Usul Hijab Day, Hari Hijab Se-Dunia

Written by Redaksi

FastabiqID – Menelusuri sejarah munculnya hari hijab sedunia atau lebih akrab disebut hijab day cukup unik. Sementara di negeri ini sebagian muslimah sendiri yang berpendapat hijab tidak menjadi kewajiban, di Eropa dan Amerika muslimah harus bertaruh jiwa demi ghirahnya untuk berhijab.

Beberapa waktu lalu sempat beredar video, tindakan tidak pantas seorang pria di Australia memperlakukan muslimah berhijab. Itu hanyalah sebagian kecil dari tindakan diskriminatif yang dialami para perempuan berhijab dai Negara Barat yang konon menjunjung tinggi perbedaan dan menghargai keragaman.

Inisiatif Hijab Day digagas oleh Nazma Khan, seorang warga Amerika Serikat. Sebagai minoritas di negaranya, Nazma ingin agar Negara-negara di dunia menghormati perempuan yang mengenakan hijab, sebagai sebuah hak asasi manusia. Ia pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan, ketika memakai hijab sewaktu di sekolah. Orang-orang mengejeknya dengan sebutan ninja atau batman.

Melalui Hijab Day, ia ingin agar non-muslim pun menggunakan sehari saja ketika hijab day untuk mempelajari tentang hijab. Untuk mewujudkan idenya, Nazma Khan membuat petisi yang diterjemahkan ke dalam 23 ragam bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Di luar dugaan, dalam delapan hari saja, petisinya mendapat sambutan positif dari 67 negara. Maka sejak tahun lalu, tanggal 1 Februari ditetapkan sebagai hijab day.

Uniknya, di negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sehari sebelum hijab day, justru trending tagar yang menentang hijab day. Meskipun begitu, hijab day sepertinya akan terus tumbuh sebagai gerakan massif, mengingat semakin banyak muslimah yang kini sadar untuk menggunakan hijab.

Perempuan memiliki peran penting dalam gerakan kebangkitan Islam. Karena merekalah yang mendidik generasi penerus. Perintah untuk berhijab disebutkan dalam Al Quran, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS. An Nur: 31). Juga dalam ayat yang lain, “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). [e]

About the author

Redaksi

Leave a Comment